NEWS UPDATE :  

Berita

Hadapi Visitasi Itjen Kemenag RI, MTsN 2 Palangka Raya Perkuat Tim PMPZI

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Palangka Raya menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kegiatan ini dilaksanakan di ruangan kepala madrasah dengan suasana penuh semangat dan komitmen bersama. Senin (5/5/2026).


Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 2 Kota Palangka Raya, Rita Sukaesih. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya kesiapan seluruh tim dalam menghadapi tahapan penilaian internal yang akan segera dilaksanakan oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Rita Sukaesih menyampaikan bahwa visitasi langsung dari tim penilai merupakan momen penting untuk menunjukkan hasil kerja nyata seluruh unsur madrasah dalam membangun Zona Integritas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kerja sama yang maksimal dari seluruh tim.

Dalam rapat tersebut, berbagai hal strategis dibahas secara rinci, khususnya terkait persiapan dokumen, eviden pendukung, serta kesiapan lapangan yang akan menjadi objek penilaian. Setiap area perubahan dalam PMPZI menjadi fokus utama pembahasan.

Selain itu, evaluasi terhadap capaian yang telah dilakukan juga menjadi bagian penting dalam rapat. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan yang dapat dipertahankan serta kekurangan yang perlu segera diperbaiki sebelum pelaksanaan penilaian.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad), serta Tim PMPZI yang terdiri dari koordinator di masing-masing area perubahan. Kehadiran seluruh unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan program Zona Integritas.

Setiap koordinator area diberikan kesempatan untuk menyampaikan progres dan kendala yang dihadapi. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas persiapan yang dilakukan.

Rita Sukaesih juga menekankan pentingnya kekompakan tim serta tanggung jawab bersama dalam menghadapi penilaian. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih predikat WBK bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan hasil kerja kolektif seluruh warga madrasah.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh tim untuk bekerja dengan penuh integritas, disiplin, dan dedikasi tinggi. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kunci utama dalam mewujudkan madrasah yang bersih, transparan, dan akuntabel.

(Anastas Khumaini/Foto Humas MTsN 2 Kota Palangka Raya)