NEWS UPDATE :  

Berita

MTsN 2 Kota Palangka Raya Luncurkan GEMBIRA dan SIGAP, Diresmikan Kakanwil Kemenag Kalteng

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, HM Yusi Abdhian, secara resmi meluncurkan Program Agen Perubahan MTsN 2 Kota Palangka Raya pada Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran dua inovasi unggulan madrasah, yaitu GEMBIRA dan SIGAP, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan serta penguatan budaya kerja di lingkungan madrasah.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol peluncuran inovasi yang disaksikan oleh para tamu undangan, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh keluarga besar MTsN 2 Kota Palangka Raya.

Program GEMBIRA merupakan singkatan dari Gerakan Madrasah Bersih, Indah, Ramah, dan Asri yang berfokus pada pembentukan lingkungan madrasah yang sehat, nyaman, dan menyenangkan. Sementara SIGAP atau Sinergi Gerakan Aplikasi Pelayanan hadir sebagai inovasi pelayanan berbasis digital yang mengintegrasikan berbagai layanan administrasi dalam satu sistem yang mudah diakses.

Dalam arahannya, HM Yusi Abdhian menyampaikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan MTsN 2 Kota Palangka Raya. Menurutnya, kehadiran program agen perubahan menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mendukung transformasi pendidikan dan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama.

“Saya mengapresiasi seluruh civitas MTsN 2 Kota Palangka Raya yang terus berupaya melakukan perubahan dan menghadirkan inovasi. Program ini bukan hanya simbol perubahan, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan dan budaya kerja di madrasah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah program perubahan sangat ditentukan oleh keterlibatan seluruh warga madrasah. Oleh karena itu, setiap guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai budaya kerja Kementerian Agama.

Menurut Yusi, disiplin dan kinerja merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang maju. Nilai integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Yusi juga menilai MTsN 2 Kota Palangka Raya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi madrasah unggulan. Terlebih saat ini madrasah tersebut tengah mengikuti proses penilaian pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Ia menjelaskan bahwa program GEMBIRA sangat relevan dengan program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi dan pengembangan madrasah ramah anak. Lingkungan yang bersih, asri, dan bebas dari perundungan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.

“Madrasah harus menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Tidak boleh ada tindakan yang mengarah pada perundungan maupun diskriminasi. Budaya saling menghargai dan ramah harus tumbuh menjadi karakter bersama,” pesannya.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kota Palangka Raya, Rita Sukaesih, menjelaskan bahwa lahirnya GEMBIRA dan SIGAP berawal dari evaluasi pembangunan Zona Integritas yang memberikan sejumlah masukan untuk perbaikan tata kelola dan budaya kerja madrasah.

Menurutnya, berbagai catatan hasil evaluasi tersebut menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus berbenah, terutama dalam meningkatkan kedisiplinan, kebersihan lingkungan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui GEMBIRA kami ingin membangun kesadaran seluruh warga madrasah agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan. Sedangkan SIGAP kami hadirkan untuk mempermudah pelayanan melalui pemanfaatan teknologi digital,” jelas Rita.

Ia menerangkan bahwa SIGAP mengintegrasikan empat aplikasi layanan utama, yakni SIPANDAI (Sistem Panduan Data dan Informasi), KILAT (Komunikasi Informasi Layanan Administrasi Terpadu), PANTAU (Partisipasi Aktif Masyarakat untuk Tindak Aduan), serta JUARA (Jurnal Administrasi).

Dengan hadirnya sistem tersebut, masyarakat maupun warga madrasah dapat memperoleh layanan yang lebih cepat, transparan, efektif, dan akuntabel.

Rita berharap peluncuran GEMBIRA dan SIGAP dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung reformasi birokrasi, pembangunan Zona Integritas menuju WBK, penguatan budaya kerja Kementerian Agama, serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 2 Kota Palangka Raya.

“Perubahan tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Diperlukan sinergi dan komitmen seluruh warga madrasah agar inovasi yang telah diluncurkan ini benar-benar memberikan manfaat dan dampak positif bagi kemajuan madrasah,” pungkasnya.

(Anastas Khumaini/Foto Humas MTsN 2 Kota Palangka Raya)

PANTAU
KILAT