NEWS UPDATE :  

Berita

Peduli Korban Bencana Banjir, MTsN 2 Kota Open Donasi Peduli Banjir Kalteng

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mengatakan 6 kabupaten tetapkan status darurat bencana banjir, yaitu Kotawaringin Barat, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau, dan Gunung Mas. Sedangkan Kabupaten Pulang Pisau dengan status siaga darurat bencana banjir. Masyarakat yang terkena dampak banjir sebanyak 29.885 keluarga dengan jumlah 57.117 jiwa. Bencana Alam banjir ini menggerakkan hati para siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Palangka Raya untuk memberikan bantuan terhadap para korban bencana banjir.


Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan M. Humaidy mengatakan open donasi peduli banjir Kalteng atas inisiatif anak-anak Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) MTsN 2 Kota Palangka Raya.

"Ini murni insiatif anak-anak, kami langsung membentuk kepanitiaan kecil yang terdiri dari guru dan siswa untuk membuat posko Pengalangan dana bencana alam korban banjir yang terjadi di enam Kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah," katanya kepada Tim Humas MTsN 2 Kota Palangka Raya di di MTsN 2 Kota jalan Cilik Riwut km.7. Sabtu (11/9/2021)

Humaidy menambahkan posko open donasi di buka dari tanggal 10 - 14 September 2021. Dan donasi bisa berupa uang tunai dan bahan pokok serta barang yang saat ini diperlukan oleh korban bencana alam banjir Kalteng.

"Posko open donasi bencana alam banjir Kalteng ini kita buka selama lima hari. Posko yang terletak di MTsN 2 Kota ini siap menerima berbagai macam bantuan yang saat ini diperlukan seperti uang tunai, bahan makanan,dan barang yang saat ini diperlukan. Jadi siapa saja yang mau memberikan bantuannya silahkan datang saja ke MTsN 2 Kota Palangka Raya dan bisa juga kami yang mengambilnya atau yang mau menyumbangkan bisa via transfer ke bank BRI atas nama Iduar dengan nomor rekening 7903-0100-3570-532 sertakan kode 5 diakhir donasi,"jelasnya

Humaydi menuturkan open donasi ini adalah salah satu bentuk pembelajaran untuk membentuk kepribadian yang baik bisa merasakan empati terhadap lingkungan.

"Empati untuk menolong sejak dini ini selalu kami tanamkan kepada peserta didik, ini juga menjadi pembelajaran kepada peserta didik agar peka terhadap saudara kita diluar sana yang belum beruntung," pungkasnya
(Anastas Khumaini/Foto/Humas MTsN 2 Kota Palangka Raya)

PANTAU
KILAT