Tindak Lanjut Bimtek, Sutran Kenalkan Kurikulum Berbasis Cinta kepada Guru MTsN 2 Kota Palangka Raya
MTsN 2 Kota Palangka Raya menggelar kegiatan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Sutran Adi Siswono, di ruang guru, pada Senin (3/11/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari partisipasinya dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh guru MTsN 2 Kota Palangka Raya tersebut, Sutran Adi Siswono menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan nilai kasih sayang, empati, dan keikhlasan dalam proses pendidikan. Tujuannya agar pembelajaran di madrasah tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter mulia dan kebahagiaan belajar.
“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah kita diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, penuh kasih, dan menghargai perbedaan. Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing yang menumbuhkan semangat dan cinta belajar pada peserta didik,” ujar Sutran.
Dalam paparannya, Sutran juga menyampaikan konsep utama KBC yang mencakup tiga aspek, yaitu cinta kepada Allah SWT dan Rasulnya, cinta kepada sesama manusia, dan cinta terhadap lingkungan. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan nilai dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di madrasah.
Sutran juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pendidikan dari sekadar mengejar target akademik menjadi proses membangun kepribadian dan karakter.
“Dengan semangat cinta, guru akan lebih sabar, lebih empatik, dan lebih kreatif dalam mengelola kelas. Sementara peserta didik akan lebih bersemangat karena merasa diterima dan dicintai,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum awal bagi MTsN 2 Kota Palangka Raya untuk menyiapkan langkah-langkah penerapan KBC secara bertahap. Di antaranya melalui revisi perangkat pembelajaran, pembiasaan kegiatan positif, serta penguatan budaya madrasah yang berlandaskan nilai cinta dan kasih sayang.
Kepala MTsN 2 Kota Palangka Raya, Murjani, menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Ia berharap seluruh guru dapat memahami dan menerapkan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap kegiatan pembelajaran.
“Madrasah kita harus menjadi tempat yang menenangkan dan menumbuhkan cinta terhadap ilmu dan kebaikan, ini selaras dengan motto MTsN 2 Kota yaitu Mendidik Dengan Hati, Merubah Dengan Cinta” ujarnya.
(Anastas Khumaini/Foto Humas MTsN 2 Kota Palangka Raya)