BPOM dan MTsN 2 Kota Palangka Raya Berkolaborasi, Pastikan Keamanan Pangan Bebas Latiao di Madrasah
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya mengadakan monitoring keamanan pangan di MTsN 2 Kota Palangka Raya untuk menindaklanjuti laporan adanya dugaan bahwa produk Latiao, jajanan populer di kalangan pelajar, menjadi penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan (KP) di beberapa daerah. Senin (4/11/2024).
Monitoring ini bertujuan untuk memastikan produk tersebut tidak beredar di lingkungan madrasah, khususnya di kantin madrasah, demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Dalam kegiatan ini, tim BPOM melakukan pemeriksaan menyeluruh di kantin dan lingkungan madrasah untuk memastikan tidak ada produk Latiao yang diperjualbelikan. Selain itu, BPOM juga melakukan sosialisasi mengenai pentingnya keamanan pangan bagi peserta didik dan seluruh warga madrasah. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah risiko keracunan yang disebabkan oleh makanan tidak aman.
Kepala MTsN 2 Kota Palangka Raya, Murjani, menyambut baik kegiatan monitoring ini dan menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan madrasah.
“Kami mendukung penuh upaya BPOM Palangka Raya untuk memastikan makanan yang dikonsumsi peserta didik bebas dari risiko. Keamanan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama kami, dan kami tidak ingin ada produk pangan berisiko seperti Latiao dijual di lingkungan madrasah, ” ujar Murjani.
Murjani juga menambahkan bahwa pihak madrasah akan terus memperketat pengawasan terhadap produk makanan yang masuk ke lingkungan madrasah. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya memilih jajanan yang aman dan berkualitas.
"Kami juga akan memberikan sosialisasi tambahan kepada peserta mengenai risiko makanan tanpa izin edar resmi," ungkapnya.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan kasus keracunan akibat pangan berbahaya dapat dicegah.
Murjani menegaskan, “Kami berterima kasih atas dukungan BPOM dan berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif serta kesadaran bagi siswa untuk lebih selektif dalam memilih jajanan yang aman.”
(Anastas Khumaini/Foto Humas MTsN 2 Kota Palangka Raya)